Video Gara gara korona - film sunda pendek
Film pendek karya budak lembur ti kabupaten karawang
Alamat syuting
: Di Dusun pasar RT 01 RW 01 Desa Kampungsawah Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang Provinsi Jawabarat
#filmSundaPendek#filmLucu#garagaracorona
viral film pendek sunda
frank corona beats
film pendek sunda lucu
ciganing
kamus sunda, belajar bahasa sunda, urang sunda, urang sunda asli
#komedisunda#sundakomedi#indonesia#videocover#keren#indah#viral#duniasunda savana project
#realitahirupdilembur#aminalda#bocahviral#budaklembur
sanguan production
Viral Gara gara korona - film sunda pendek
Semoga terhibur.
Postingan malam hari ini seputar Desa Kampungsawah lagi sobat. Yaitu tentang Bengkel Hade Motor Kampungsawah. Bapak, Ibu, Akang, Teteh, Saudara dan saudari yang berada di sekitar wilayah Desa Kampungsawah khususnya, Bilih milarian bengkel mah teu kedah tebih-tebih ka Rengasdengklok, Karawang. Dilembur urang oge di Dusun Pasar, Kampungsawah aya bengkel anu berkelas katambih deui harga standar, montir profesional, Mangga dibuktoskeun wae langsung ka TKP.
Bengkel Hade Motor Kampungsawah
Alamat : Dusun Pasar RT 02 / RW 01 Samping Jembatan Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat.
#JasaServis √
#Sperpat √
#Oli √
#Variasi √
Dan lain lain..
Bengkel Hade Motor Kampungsawah
Bengkel Hade Motor Kampungsawah
Peta Lokasi Petunjuk Arah Bengkel Hade Motor Kampungsawah
Pada hari Senin tanggal Dua Puluh bulan November tahun Dua Ribu Tujuh Belas, dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018, PPS Desa Kampungsawah membuka pendaftaran Calon Anggota KPPS, dengan syarat-syarat sebagai berikut :
1. Syarat menjadi anggota KPPS adalah sebagai berikut :
Warga negara Indonesia
Berusia paling rendah 17 (Tujuh Belas) tahun
Setia pada Pancasila dan UUD tahun 1945
Mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil
Tidak pernah menjadi anggota Partai Politik
Berdomisili dalam wilayah kerja KPPS
Mampu secara jasmani, Rohani, dan bebas dari penyalahgunaan Narkotika
Berpendidikan paling rendah SMA atau Sederajat
Tidak pernah diberi sanksi pemberhentian tetap oleh KPU
Belum pernah menjabat 2 (dua) Periode sebagai anggota KPPS
2. Kelengkapan persyaratan sebagai point I (satu) meliputi :
Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau Domisili
Di buka Mulai 20 November 2017 s/d 30 Desember 2017
Tempat di Desa Kampungsawah Bagian Sekretariat PPS.
4. Dokumen persyaratan sebanyak 2 (dua) rangkap Asli dan Copy.
5. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat PPS Desa Kampungsawah di Kantor Balai Desa Kampungsawah
File Pengumuman, Formulir Pendaftaran, Pernyataan, Daftar Riwayat Hidup Calon anggota KPPS dan Form Ceklis Bisa di Download pada Alamat Google Drive di Bawah ini :
Selamat sore sobat Baraya Kampungsawah. Semoga selalu dalam keadaan sehat dan tetap semangat terus. Pada postingan kali ini adalah tentang Arti Lambang/logo Daerah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gambar Logo Karawang.
"Warna Dasar Hijau, Padi dan Kapas" - Melambangkan Kemakmuran dan Kesejahteraan yang senantiasa di wujudkan di Kabupaten Karawang
"Pintu Air" - Melambangkan Karawang sebagai daerah pertanian dengan diairi pengairan teknis.
"Butir Padi 17, Pintu 8, Tanaman Padi atau Rawa 45" - Melukiskan semangat juang dalam menegakkan Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Golok Lubuk" - Melambangkan semangat Kabupaten Karawang pantang menyerah dalam membela Tanah Air dan Bangsa.
"Bunga Kapas 10" - Melambangkan tanggal 10 Maulud Tahun Alif 1.555 (Th. Jawa) atau 10 Rabiul Awal 1043 H sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.
"Alur Putih Empat" - Melukiskan bahwa Abad ke IV Kerajaan Tarumanegara telah menempatkan Sungai Citarum sebagai jalur Perhubungan.
(Peraturan Daerah Tingkat II Karawang Nomor 8 Tahun 1994)
Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Di bawah ini adalah daftar Nama - Nama Kecamatan beserta nama-nama desanya (diurutkan berdasarkan abjad) yang ada di Kabupaten Karawang yang di peroleh dari mbah Google yang bisa dijadikan panduan atau pun bagi Anda yang ingin jalan-jalan di Kota Lumbung Beras ini. Berikut adalah nama kecamatan beserta desa yang meliputinya :
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tirtamulya di Kota/Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :
- Kelurahan/Desa Bojongsari (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Cipondoh (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Citarik (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Kamurang (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Karangjaya (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Karangsinom (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Kertawaluya (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Parakan (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Parakanmulya (Kodepos : 41372)
- Kelurahan/Desa Tirtasari (Kodepos : 41372)
Demikian, semoga bermanfaat Nama - Nama Kecamatan Di Kabupaten Karawang beserta Nama Desa dan Kelurahan di masing - masing kecamatan serta kode pos kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Karawang adalah salah satu Provinsi di Jawa Barat. Secara geografis wilayah Kabupaten Karawang terletak antara 070-02-1070-40 B dan 50-56-60-34 LS, termasuk daerah dataran yang relative rendah, mempunyai variasi ketinggian wilayah antara 0 - 1.279 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan wilayah 0 - 2 %, 2 - 15 %, 15 - 40 % dan diatas 40 %.
Luas wilayah Kabupaten Karawang 1.753,27 Km2 atau 175.327 Ha, 3,73 % dari luas Propinsi Jawa Barat dan memiliki luas seluas 4 Mil x 73 Km, dengan komposisi penggunaan lahan tahun 2006 sebagai berikut :
Pertanian Padi Sawah 94,075 Ha
Pekarangan dan Bangunan 22,609 Ha
Tegal/Kebun 12,300 Ha
Ladang/Huma 7,705 Ha
Penggembalaan Padang Rumput 10,460 Ha
Hutan Rakyat
Rawa
Tambak 10,570 Ha
Kolam/Empang 1,935 Ha
Hutan Negara 10,650 Ha
Perkebunan 0,793 Ha
Kawasan Industri dan Zona Industri 2,459 Ha
Lain-lain 1,239 Ha Karawang merupakan salah satu daerah yang memiliki lahan subur di Jawa Barat sehingga sebagian besar lahannya dipergunakan untuk pertanian.
SEJARAH KARAWANG
Sekitar Abad XV Masehi, Agama Islam masuk ke Karawang yang dibawa oleh ulama besar Syeikh Hasanudin bin Yusup Idofi dari Champa yang terkenal dengan sebutan Syeikh Quro. Pada masa itu daerah Karawang sebagian besar masih merupakan hutan belantara dan berawa-rawa. Keberadaan daerah Karawang yang telah dikenal sejak Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Daerah Bogor, karena Karawang pada masa itu merupakan jalur lalu lintas yang sangat penting untuk menghubungkan Kerajaan Pakuan Pajajaran dengan Galuh Pakuan yang berpusat di Daerah Ciamis.
Luas Wilayah Kabupaten Karawang pada saat itu, tidak sama dengan luas Wilayah Kabupaten Karawang pada masa sekarang. Pada waktu itu luas Wilayah Kabupaten Karawang meliputi Bekasi, Purwakarta, Subang dan Karawang sendiri . Setelah Kerajaan PaJajaran runtuh pada tahun 1579 Masehi, pada tahun 1580 Masehi berdiri Kerajaan Sumedanglarang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran dengan Rajanya Prabu Geusan Ulun. Kerajaan Islam Sumedanglarang, pusat pemerintahannya di Dayeuhluhur dengan membawahi Sumedang, Galuh, Limbangan, Sukakerta dan Karawang.
Pada tahun 1608 Prabu Geusan Ulun wafat dan digantikan oleh putranya Ranggagempol Kusumahdinata. Pada masa itu di Jawa Tengah telah berdiri Kerajaan Mataram dengan Rajanya Sultan Agung (1613 - 1645). Salah satu cita-cita Sultan Agung pada masa pemerintahannya adalah dapat menguasai Pulau Jawa dan mengusir Kompeni (Belanda) dari Batavia. Ranggagempol Kusumahdinata sebagai Raja Sumendanglarang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Sultan Agung dan mengakui kekuasaan Mataram. Maka pada Tahun 1620, Ranggagempol Kusumahdinata menghadap ke Mataram dan menyerahkan kerajaan Sumedanglarang di bawah naungan Kerajaan Mataram. Ranggagempol Kusumahdinata oleh Sultan Agung diangkat menjadi Bupati (Wadana) untuk tanah Sunda dengan batas-batas wilayah disebelah Timur Kali Cipamali, disebelah Barat Kali Cisadane, disebelah Utara Laut Jawa, dan disebelah Selatan Laut Kidul.
Pada Tahun 1624 Ranggagempol Kusumahdinata wafat, dan sebagai penggantinya Sultan Agung mengangkat Ranggagede, Putra Prabu Geusan Ulun. Ranggagempol II, putra Ranggagempol Kusumahdinata yang semestinya menerima tahta kerajaan, merasa disisihkan dan sakit hati. Kemudian beliau berangkat ke Banten untuk meminta bantuan Sultan Banten agar dapat menaklukkan Kerajaan Sumedang larang dengan imbalan apabila berhasil, maka seluruh wilayah kekuasaan Sumedanglarang akan
Diserahkan kepada Banten.
Sejak itu banyak tentara Banten yang dikirim ke Karawang terutama di sepanjang Sungai Citarum, di bawah Pimpinan Sultan Banten bukan saja untuk memenuhi permintaan Ranggagempol II, Tetapi merupakan awal usaha Banten untuk menguasai Karawang sebagai persiapan merebut kembali pelabuhan Banten yang telah dikuasai oleh Kompeni (Belanda), yaitu pelabuhan Sunda Kelapa. Masuknya tentara Banten ke Karawang beritanya telah sampai ke Mataram. Pada Tahun 1624, Sultan Agung mengutus Surengrono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung, Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 Prajurit dengan keluarganya, dari Mataram melalui Banyumas dengan tujuan untuk membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik dengan membangun gudang-gudang beras dan meneliti rute penyerangan Mataram ke Batavia.
Langkah awal yang dilakukan Aria Surengrono adalah dengan mendirikan 3 (tiga) Desa yaitu Waringinpitu (Telukjambe), Desa Parakansapi (di Kecamatan Pangkalan yang sekarang telah terendam Waduk Jatiluhur) dan Desa Adiarsa (Sekarang ternlasuk di Kecamatan Karawang Barat), dengan pusat kekuatan di ditempatkan di Desa Waringinpitu. Karena jauh dan sulitnya hubungan antara Karawang dengan Mataram, Aria Wirasaba belum sempat melaporkan tugas yang sedang dilaksanakan kepada Sultan Agung. Keadaan ini menjadikan Sultan Agung mempunyai angqapan bahwa tuqas yang diberikan kepada Aria Wirasaba gagal dilaksanakan.
Demi menjaga keselamatan Wilayah Kerajaan Mataram sebelah barat, pada tahun 1628 dan 1629, bala tentara Kerajaan Mataram diperintahkan Sultan Agung untuk melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia. Namun serangan ini gagal disebabkan keadaan medan yang sangat berat. Sultan Agung kemudian menetapkan Daerah Karawang sebagai pusat logistik yang harus mempunyai pemerintahan sendiri dan langsung berada dibawah pengawasan Mataram serta harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang cakap dan ahli perang sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun pesawahan guna mendukung pengadaan logistik dalam rencana penyerangan kembali terhadap VOC (belanda) di Batavia.
Pada tahun 1632, Sultan Agung mengutus kembali Wiraperbangsa Sari Galuh dengan membawa 1.000 prajurit dengan keluarganya menuju Karawang. Tujuan pasukan yang dipimpin oleh Wiraperbangsa adalah membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik sebagai bahan persiapan melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia, sebagaimana halnya tugas yang diberikan kepada Aria Wirasaba yang dianggap gagal.
Tugas yang diberikan kepada Wiraperbangsa dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya langsung dilaporkan kepada Sultan Agung. Atas keberhasilannya Wiraperbangsa oleh Sultan Agung dianugrahi jabatan Wedana (Setingkat Bupati) di Karawang dan diberi gelar Adipati Kertabumi III serta diberi hadiah sebilah keris yang bernama "Karosinjang".
Setelah penganugrahan gelar tersebut yang dilakukan di Mataram, Wiraperbangsa bermaksud akan segera kembali ke Karawang, namun sebelumnya beliau singgah dahulu ke Galuh untuk menjenguk keluarganya.Atas takdir IIlahi Beliau kemudian wafat saat berada di Galuh. Setelah Wiraperbangsa Wafat, Jabatan Bupati di Karawang dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Singaperbangsa dengan gelar Adipati Kertabumi IV yang memerintah pada tahun 1633-1677.
Pada abad XVII kerajaan terbesar di Pulau Jawa adalah Mataram, dengan raja yang terkenal yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo. la tidak menginginkan wilayah Nusantara diduduki atau dijajah oleh bangsa lain dan ingin mempersatukan Nusantara. Dalam upaya mengusir VOC yang telah menanamkan kekuasaan di Batavia, Sultan Agung mempersiapkan diri dengan terlebih dahulu menguasai daerah Karawang, untuk dijadikan sebagai basis atau pangkal perjuangan dalam menyerang VOC. Ranggagede diperintahnya untuk mempersiapkan bala tentara/prajurit dan logistik dengan membuka lahan-Iahan pertanian, yang kemudian berkembang menjadi lumbung padi.
Tanggal 14 September 1633 Masehi, bertepatan dengan tanggal 10 Maulud 1043 Hijriah, Sultan Agung melantik Singaperbangsa sebagai Bupati Karawang yang pertama, sehingga secara tradisi setiap tanggal 10 Maulud diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.
Berawal dari sejarah tersebut dan perjuangan persiapan proklamasi kemerdekaan RI, Karawang lebih dikenal dengan julukan sebagai kota pangkal perjuangan dan daerah lumbung padi Jawa Barat. Website Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang adalah http://www.karawangkab.go.id.
VISI KABUPATEN KARAWANG
TERWUJUDNYA MASYARAKAT KARAWANG YANG SEJAHTERA
MELALUI PEMBANGUNAN DI BIDANG PERTANIAN DAN INDUSTRI
YANG SELARAS DAN SEIMBANG BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA
MISI KABUPATEN KARAWANG
MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PENDIDIKAN
MENINGKATKAN CAKUPAN LAYANAN DAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT
MENGEMBANGKAN EKONOMI KERAKYATAN PADA SEKTOR PERTANIAN DENGAN POLA AGROINDUSTRI YANG DIDUKUNG OLEH SEKTOR INDUSTRI LAINNYA
MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR WILAYAH
MENINGKATKAN KUALITAS ANGKATAN KERJA DAN PELUANG KERJA
MENINGKATKAN PELAYANAN, PEMBINAAN KEHIDUPAN BERAGAMA, KESADARAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
MENCIPTAKAN TATA PEMERINTAHAN KABUPATEN KARAWANG YANG BERSIH DAN BERWIBAWA
MENGUTAMAKAN PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SELURUH KEGIATAN PEMBANGUNAN
Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat adalah kecamatan tempat tinggal saya. Pada Postingan yang lalu saya juga pernah share tentang Desa tempat saya tinggal yaitu Desa Kampungsawah. Nah sekarang saya share tentang kecamatan tempat saya tinggal.
Kecamatan Jayakerta berada di wilayah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis Secara Geografis Kecamatan Jayakerta berjarak 35 Km dari Ibukota Kabupaten yang terletak di daerah pantai utara Pulau Jawa dengan ketinggian ± 3 meter dari permukaan laut, temperatur udara rata-rata 27°C dengan tekanan udara rata-rata 0,01 milibar, curah hujan tahunan berkisar antara 1.100-3.200 mm/th. Luas Kecamatan Jayakerta adalah sekitar 41,24 Km². Desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Jayakerta ada 8 (delapan) desa, antara lain :
Desa Kampungsawah. (Desa tempat tinggal saya hehehee....)
Adapun batas wilayah Kecamatan Jayakerta adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Cibuaya/Pedes.
Sebelah Barat : Kecamatan Tirtajaya/Batujaya.
Sebelah Selatan : Kecamatan Rengasdengklok.
Sebelah Timur : Kecamatan Pedes.
Visi Kecamatan Jayakerta adalah "Terwujudnya Kecamatan Jayakerta Sebagai Kecamatan Agraris Yang Maju dan Mandiri".
Misi Kecamatan Jayakerta adalah :
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik.
Mengoptimalkan Fungsi Kecamatan sebagai fasilitator dan koordinator pembangunan di segala bidang.
Menciptakan tata pemerintahan Kecamatan yang bersih dan berwibawa.
Meningkatkan pembinaan terhadap segi-segi kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kerusatamaan gender.
Potensi wilayah Kecamatan Jayakerta terdiri atas lahan pertanian, dimana mata pencaharian utama masyarakat Kecamatan Jayakerta adalah bertani. Sumber Daya Manusia / penduduk, yang bila dibina dan diarahkan dengan baik akan menjadi objek pembangunan. Lahan sawah di Kecamatan Jayakerta merupakan sektor yang dominan, sehingga produksi padi menjadi salah satu unggulan di Kecamatan Jayakerta. Selain padi, hampir setiap pekarangan rumah di Kecamatan Jayakerta memiliki pohon jambu air / cingcalo, sehingga jambu air / cingcalo ini menjadi salah satu alternative penghasilan masyarakat. Selain padi dan jambu air, ada Minuman Herbal ini terdiri dari jahe instant, kunyit instant, kunyit putih instant serta jahe merah instant yang diproduksi oleh UKM di Kecamatan Jayakerta.
Alhamdulillah, untuk sektor Pendidikan di Kecamatan Jayakerta sudah ada PAUD, Sekolah Dasar Negeri, Madrasah Ibtidaiyah Swasta, Sekolah Dasar Swasta Islam, SMP Negeri, SMP Swasta, SMK Negeri (masih baru), SMK Swasta dan Madrasah Aliyah Swasta. Dan Kwartir Ranting Kecamatan Jayakerta mempunyai Bumi Perkemahan Pramuka yang terletak di Dusun Bubulak, Desa Medangasem.
Demikian gambaran singkat tentang Kecamatan Jayakerta tempat tinggal saya, semoga bermanfaat bagi yang sempat berkunjung ke Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penyajiannya.
Selamat malam sobat semuanya. Baiklah, untuk postingan pertama saya akan share tentang Desa tempat tinggal saya. Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat secara Administratif merupakan salah satu dari Desa di Wilayah Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang dengan batas wilayah :
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kutamakmur dan Desa Srijaya.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Citarum.
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kutaampel, Desa Pisangsambo dan Desa Gempolkarya.
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Ciptamarga dan Desa Medangasem.
Luas wilayah Desa Kampungsawah kurang lebih 732,315 Ha. Desa Kampungsawah merupakan Desa yang mempunyai jumlah penduduk (Sumber Data Desa 2014) : 12.586 jiwa, 4.037 Kepala Keluarga yang terbagi dalam 4 Dusun, antara lain :
1. Dusun Pasar.
2. Dusun Puloharapan.
3. Dusun Campea, dan
4. Dusun Karajan.
Tingkat pendidikan masyarakat dapat dikategorikan cukup baik, terbukti dengan banyaknya lulusan sekolah tingkat tinggi. Sekolah-sekolah negeri ataupun swasta yang ada di Desa Kampungsawah dapat dikatakan cukup. Namun demikian masih ada juga sebagian kecil masyarakat kategori kurang mampu yang belum mau melanjutkan sekolah ke tingkat tinggi karena keterbatasan biaya.
Jarak Desa Kampungsawah Dari Pusat Pemerintahan:
a. Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Kecamatan kurang lebih 11 Km;
b. Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Kabupaten kurang lebih 32 Km;
c. Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Provinsi kurang lebih 112 Km;
d. Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Negara kurang lebih 88 Km.
Geografis Desa Kampungsawah berada di ketinggian 7 mdpl (meter di atas permukaan laut), umumnya merupakan Daerah Agraris Pertanian. Suhu rata-rata harian di daerah Desa adalah 27 °C. Iklim Desa Kampungsawah sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia dalam wilayah Tropis mempunyai Iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta. Iklim suatu daerah sangat berpengaruh dalam kehidupan utamanya untuk pertumbuhan tanaman dan kelangsungan hidup binatang ternak. Selain itu, kondisi geografis Desa Kampungsawah umumnya merupakan Daerah Agraris Pertanian.
Demikian sekilas Desa Kampungsawah tempat tinggal saya, kalau ada kesalahan, kekurangan ataupun perkataan yang kurang berkenan, mohon dimaafkan yah. Semoga bermanfaat.